Bolamp.net-Gresik-
Hari raya Nyepi sudah menjadi perayaan tahunan yang dirayakan oleh umat Hindu. Akan tetapi, ada satu ritual umat Hindu yang dilaksanakan sebelum hari raya Nyepi yaitu ritual tawuran agung atau kirab ogoh-ogoh.

Ritual ini merupakan tradisi kesenian khas Pulau Dewata (Bali) yang berupa patung “Buto” atau mahluk jahat lainnya. Dengan harapan manusia tidak meniru sifat-sifat jahat yang dimiliki.

Lantaran, patung ini merupakan sebagai simbol kekhilafan manusia serta kekuatan alam serta waktu. Fungsi Ogoh-ogoh adalah sebagai upacara pembersihan jiwa manusia.

Biasanya patung ogoh-ogoh akan diarak keliling desa. Kali ini, sedikitnya ada sekitar 13 ogoh- ogoh turut meramaikan hari raya nyepi di Pura Jagad Dumadi, Desa Laban, Kec. Menganti, Gresik, Jawa Timur.

Ketua Pelaksana Panitia Parade Ogoh-Ogoh, I Putu Dharma mengatakan, parade ini setiap tahun menjadi agenda rutin dalam rangka menyambut perayaan Hari Raya Nyepi.

“Tahun ini memang lebih banyak, malahan sejumlah pejabat forum pimpinan daerah (Forpimda) akan hadir juga,” katanya, Selasa (21/03).

Parade ogoh-ogoh itu, rencananya akan di arah keliling desa sambil diikuti kesenian lain. Diperkirakan, ribuan warga Desa Laban maupun masyarakat lainnya turut meramaikan perayaan ogoh-ogoh.

Sementara itu, Poniman (50) salah satu pembuat ogoh-ogoh mengatakan, dibutuhkan waktu dua bulan lebih untuk membuat desain ogoh-ogoh dari pemesan.

“Harga satu ogoh-ogoh bervariasi mulai dari harga Rp 1,5 juta maupun Rp 2 juta. Bahan pembuatannya dari spon, sedangkan kerangkanya dari bambu. Sedikitnya, ada 5 orang untuk membuat satu ogoh-ogoh,” tuturnya.

Gambaran Toleransi
Dari pantauan awak Bolamp net, masyarakat sekitar maupun luar Kota yang hadir, terlihat antusias untuk meyaksikan prosesi gerak keliling Ogoh-ogoh hingga akhir patung- patung raksasa itu dibakar.

Sungguh gambaran terlihat pelaksanaan ritual ogoh-ogoh di Desa Laban merupakan gambaran tolerani beragama di Gresik masih terjalin. Pasalnya, meskipun di desa tersebut yang mayoritasnya muslim. Masyarakat tersebut juga terlibat dalam mengamankan pelaksanaan Hari Raya Nyepi.

“Kegiatan ini sudah biasa dilaksanakan, dan warga di Desa Laban semuanya turut terlibat. Sehingga terjalin masyarakat yang rukun,” terang Yanto (45) salah satu warga setempat.▪︎(Har/Hadi)

Parade Ogoh-ogoh Laban Gresik, “Sangu NYepi 2023”
Total Page Visits: 1188 - Today Page Visits: 2

Navigasi pos


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *