Bolamp.net  Lamongan – Riuh edar vidio percekcokan guru puteri dan siswi SMA Negeri di Pantura Lamongan, menjadi perbincangan hangat diantara pendidik dan para siswa rabu (26/2). Sebuah vidio berdurasi 28 detik menunjukkan percekcokan guru berbaju PGRI dengan siswi berkaos olah raga warna ungu muda.

Viralnya vidio ini mengusik untuk mengamati gambar vidio secara cermat ocehan siswi dan tulisan kaos yang jelas menunjukkan SMAN Paciran dan lemparan sepatu .

Belum usai berita viral dunia pendidikan yang berkabung atas meninggalnya 10 siswa saat kegiatan kepramukaan dengan nenyusur daerah sungai. Masyarakat terengah dengan munculnya foto 3 guru SMPN Turi Sleman yang dijadikan tersangka dan di gundul plontos dengan baju kuning, mirip tahanan kapeka.

Hari rabu 26/2 muncul vidio percekcokan guru A berseragam PGRU dan siswi P berseragam olahraga ungu, yang viral di medsos menyita perhatian. Mestinya ini masalah intern seperti anak dan orangtua  yang biasa berselisih, namun adanya perekaman dan peredaran ke medsos menjadi lain masalahnya.

Kesigapan Polres Lamongan untuk menjaga kesimpangsiuran dengan memanggil siswa didampingi orangtuanya, guru dan kepala sekolahnya patut diacungi jempol.

Kasat Reskrim Polres Lamongan David Manurung  menjelaskan kronologis vidio tersebut. Menurutnya, siswi berinisial P masih menggunakan baju olahraga awalnya masuk kekelas guru A yang kebetulan kelasnya berdampingan.

Awal kejadian diluar kelas, jilbab yang dikenakan siswi P ditarik guru A, jarum kerudungnya kena lehernya. Siswi P lalu mengejar Guru A terjadilah percekcokan yang kurang pantas kata2nya dan lemparan sepatu. Yang fatal kejadian itu direkam siswa dan mengedarkannya.

”  Benar vidio guru dan siswi yang viral tersebut berada diruang kelas SMAN 1 Paciran Lamongan” kata David memastikan, seperti yang dinukil harian RB (27/2).

Dia dapat menceritakan karena kemarin (26/2) memanggil kedua fihak. 3 siswi didampingi orangtua , guru dan Hannas Kepala Sekolah SMAN Paciran datang di Mapolres Lamongan.

Benar memang saat Bolamp menelusur ke dua orang guru , membenarkan kejadian di sekolahnya SMAN Paciran yang mencoreng nama Sekolahnya dikalangan masyarakat yang agamis, nila setitik rusaklah susu sebelanga.

Menurut Faturahman Sueb selaku ketua Dewan Pendidikan Lamongan hanya bisa melakukan koordinasi bila terdapat permasalahan ditingkat SMA. Sebab ,meskipun lembaga SMA ini di Lamongan, tetapi wewenangnya Propinsi Jawa Timur.

” Meskipun kita tidak bisa menafikkan juga kalau itu tempatnya berada di Lamongan, tapi kan ada Dewan Pendidikan  Propinsi Jatim”, ujar Fatur via phone.

Sorenya  ada ketegasan sikap dari Kepala Cabang Dinas Propinsi Jatim Sri Yuliasih dengan mengirim sms ke sekolah SMK dan SMA rabu (26/2), yang intinya agar peserta didik tidak melakukan kegiatan yang semestinya berkaitan dengan Hand phone dan medsos. Serta fokus untuk kegiatan persekolahan. (Arifin Katiq)

Anik, Anak dan Sepatu made in Paciran Lamongan
Total Page Visits: 736 - Today Page Visits: 1

Post navigation


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *