BOLAMP.NET -LAMONGAN-
Keonaran lagi-lagi dipicu oleh para pendekar persilatan, entah apa yang salah dalam hal ini? Mengapa hal ini selalu terjadi dan berulang-ulang? Adakah sangsi dan hukuman yang diterapkan pasa persoalan ini sehingga kejadian seperti ini tak terulang lagi?

Namun keonaran itu seakan jadi hal rutin setiap kali ada kegiatan yang berkaitan dengan perguruan pencak silat di Lamongan yang diakhiri dengan acara konvoi atau arak-arakan di jalan.

Seperti yang terjadi jum’at malam kemaren, terlihat suasana cukup mencekam ketika terjadi bentrokan di depan Polsek Tikung, Kabupaten Lamongan, (21/7/23) tengah malam.

Adalah pasukan gabungan dari Polres Lamongan, TNI, dan Brimob Polda Jatim, berupaya membubarkan aksi konvoi para pendekar. Sementara masyarakat sekitar TKP yang lagi ngopi dan pengguna jalan jadi ketakutan.

Akibat bentrokan tersebut, sejumlah warga yang kebetulan melintas di lokasi bentrokan, akhirnya terjebak di tengah kerusuhan. Hujan batu sempat mewarnai bentrokan tersebut, di mana para pendekar yang kecewa nekat melempari polisi dengan batu.

Para pendekar yang menggelar konvoi tersebut, merupakan penggembira pada acara pengesahan anggota baru di sebuah perguruan silat. Upaya penyekatan yang dilakukan polisi, bertujuan menciptakan situasi kemananan yang kondusif. Upaya penyekatan itu dibalas dengan aksi lempar batu dari para pendekar.

Polisi terus menyampaikan imbauan, agar para pendekar kembali dan tidak meneruskan perjalanan. Namun imbauan itu justru memantik emosi para pendekar yang nekat menerobos barikade polisi.

Sejumlah pendekar yang diduga sebagai provokator, berhasil ditangkap polisi dan langsung dibawa ke Polres Lamongan, untuk menjalani pemeriksaan.

Akibat bentrok ini, jalan tersebut macet total. Sejumlah kendaraan warga yang terjebak di tengah bentrokan tersebut, banyak yang mengalami kerusakan akibat terkena lemparan batu, dan tertabrak kendaraan para pesilat yang hendak kabur dari kejaran polisi.

Polisi terpaksa menembakkan gas air mata, untuk membubarkan para peserta aksi. Selain itu, polisi juga mengerahkan water canon untuk mengurai massa.

Kerusuhan saat dilakukan penyekatan ini, juga terjadi di Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan. Mereka berkonvoi dan memblyer bleyer motornya dengan berboncengan dan hampir semua tak berhelm.

Semua harus berkomitmen untuk menjaga kondusifnya keamanan Lamongan yang tentrem, ayem penuh inovasi. Bukan malah menciptakan kondisi yang menakutkan dan mencekam untuk masyarakat yang tak tahu apa. Pendekar mestinya menjadi teladab dan pengayom masyarakat. *(D Swito/Ari Kaotan).

Bentrok! , Polisi Polres Lamongan Berhasil menghalau Konvoi para Pendekar
Total Page Visits: 290 - Today Page Visits: 3

Navigasi pos


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *