Bolamp.net – Lamongan-
Mulai Kamis sore (8/6/2023) hingga Sabtu (10/6/2023) Kota Lamongan diramaikan dengan pameran Lamongan Tempo Doeloe 2023 yang diikuti seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kecamatan, BUMD, BUMN dan swasta hingga para pelaku UMKM di Kabupaten Lamongan.

Kegiatan ini masih dalam satu rangkaian memperingati Hari Jadi Lamongan (HJL) ke-454 dan menjadi even rutin tiap tahun untuk mewartakan berbagai capaian di berbagai bidang di kota soto ini

Hal tersebut seiring dengan program prioritas Pemkab Lamongan yakni untuk mewujudkan iklim kemitraan antara pemerintah, stockholder, dan masyarakat, masyarakat dapat turut serta mendukung program ” Ayo ditumbasi produk-produk makanan, jajanan, minuman, hasil laut binaan pemerintah, bumd, serta swasta, di 58 stan khusus UMKM yang tersedia.

Untuk tahun 2023 pameran ini tetap digelar di Lapangan Gajah Mada, yang meski beberapa waktu lalu terlihat kurang terawat, ditumbuhi rumput liar dan berdebu tetapi segera disulap menjadi arena yang menarik.

Data dari panitia “Lamongan Tempoe Doeloe” (LTD) tahun ini terdapat 114 stan karya arsitektur dan peserta yang sudah disetting untuk mengenakan busana zaman dahulu.

Di sesi Opening Ceremony, Bupati Lamongan, H. Yuhronur Efendi, menuturkan jika pameran LTD ini, sebagai representasi dan kearifan kebudayaan yang menunjukan gambaran bahwa Lamongan sudah megilan (luar biasa) sejak era lalu. Kejayaan Lamongan sejak dahulu itulah wajib kita jaga dan ke depan Lamongan tambah Megilan.

“Ini menunjukan jika dari dulu Lamongan sudah megilan, Megilan dalam hal semuanya, yang dapat kita lihat melalui stan-stan baik budaya, makanan, minuman,” ucap Bupati yang akrab disapa Yes.

Ribuan warga yang hadir di LTD ini juga terhibur dengan bintang tamu pelawak senior Cak Silo, Cak Ukil dan si mungil Dika. Sedangkan hiburan musik tradisional juga dimeriahkan oleh grub campursari Guyub Rukun asal Ngimbang.

Semakin malam arena LTD makin dipadati pengunjung. Mereka ingin menikmati jajanan jadul yang tersaji di beberapa stan. Jajanan yang cukup laris manis seperti serebeh, klanting, klepon, rangen, Lado, samiler, rengginang, japit, Gempo, ada Blendung, kerak telor, ada Gulali, aneka polo Pendem, nasi jagung, dan nasi Pantura.

Sri Hartati (40) salah satu pengunjung asal Deket yang hadir bersama keluarga di LTD mengaku ngefans pada Cak Silo Cs. Namun ia juga ingin menikmati jajanan klangenannya yakni srebeh dan jepit gulung sambil mengantar anak dan keponakannya ke arena pasar malam yang menyediakan arena bermain.

“Untuk yang lain-lain sudah hafal, tiap tahun juga melihat. Cuma tahun ini sedikit berbeda, banyak stan yang makin terlihat jadi arena Selfi. Lah mana jadul yang khas Lamongannya. Misalnya ada stan rumah sakit, kok jadi stan tradisi jepang, gak nyambung gitu,” tuturnya sambil tertawa.

Lain halnya Kandam (45), pengunjung asal Turi yang menilai LTD 2023 tetap sebagai pameran yang menghibur, arena pesta rakyat sebagai wujud kegembiraan warga yang turut memeriahkan ulang tahun kotanya.

Tetap menarik, karena warga juga butuh hiburan yang murah dan meriah, bisa senang dengan klangenannya, tradisi masa lalu, baik itu budaya, makanan dan kebiasaan warga lamongan yang mulai langka dan ditinggalkan generasinya. (D.Swito/Ary Made)

Lamongan Tempoe Doeloe, Refleksi Klangenan Budaya di HJL ke 454
Total Page Visits: 463 - Today Page Visits: 3

Navigasi pos


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *