Bolamp-Lamongan-Minggu 30 Oktober 2022 merupakan gari yang ditunggu masyarakat Desa Latukan dan sekitarnya, karena setiap tahunnya ramai dikunjungi wisatawan lokal dan juga daerah di sekitar Lamongan. Hal ini dikarenakan setiap darangnya musim panen buah, khususnya semangka, melon madu , dan juga blewah, Desa Latukan dengan menggelar Festival buah dan panen raya dengan cara ambil,petik, timbang, bayar.

Dengan tanam buah seluas 5 hektare, buah melon dapat diproduksi hingga 600 kuintal di Latukan. Begitu juga dengan semangka yang memiliki produksi 4.500 kuintal dengan luas tanam 50 hektare. Tidak hanya itu, Blewah memiliki luas tanam 150 hektare mampu menghasilkan produksi buah 24.000 kuintal.

Membuka pelaksanaan Panen Raya dan Festival Buah Latukan, Minggu (30/10) di Desa Latukan, Kecamatan Karanggeneng, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyatakan rasa bangganya terhadap keberhasilan Latukan dalam memanfaatkan potensi desa yang dimiliki. Bupati mengaku akan terus mendorong agar Desa Latukan dapat menjadi role model cara pemasaran buah yang dikolaborasikan dengan pariwisata.

“Senang sekali saya bisa turut merayakan Panen Raya dan Festival Buah Latukan yang ini memang sudah sangat terkenal. Kami terus mendorong agar Latukan ini dapat menjadi role model cara pemasaran petik dan membeli langsung dari sawah, yang ini sekaligus dikolaborasikan dengan pariwisata, Alhamdulillah hasilnya sangat luar biasa. Melalui acara seperti ini terjadi peningkatan dan perputaran ekonomi,” kata Pak Yes.

Tidak hanya dalam bidang agrowisata, Latukan juga berhasil melaksanakan kegiatan budidaya Ikan Koi. Melihat kondisi air dan berbagai faktor di Lamongan, Ikan Koi awalnya diperkirakan hanya satu jenis dapat dibudidayakan di Lamongan, seiring berjalannya waktu di Latukan berbagai jenis Ikan Koi dapat pula hidup dan dibudidayakan.

“Alhamdulillah di sini tidak hanya satu jenis yang bisa dikembangkan. Ini sebaga motivasi, dorongan spirit dan semangat bagi teman-teman Latukan Koi Center. Kedepan bagaimana caranya ini bisa dikenal luas oleh masyarakat atau pasar di seluruh Indonesia, supaya selain ada Koi Blitar, orang juga akan mengenal Koi Latukan dari Lamongan,” imbuh Pak Yes.

Ditambahkan Ketua Karang Taruna Desa Latukan, Mambaul Arif, bahwa di Latukan sudah berhasil dibudidayakan Ikan Koi dengan jenis Kohaku, Sanke, dan Tancho.

Selain itu, Kepala Desa Latukan, M. Jiono, mengungkapkan bahwa setelah dibukanya kegiatan Festival Buah ini nantinya akan dilaksanakan pula edukasi pada anak-anak dari berbagai wilayah, yang ini dikemas apik oleh karang taruna.

Saat awak Bolamp datang ke TKP bersama rombongan penggiwes Sadar Tua, menjumpai ladang buah yang dibiarkan dan buahnya lobang lobang serta layu. Hal ini dusebabkan karena ada hujan turun salamongso, serta membudaknta perkembangan hama tikus yg senang dengan aroma melon madu..

“Melon madu ini kwalitasnta super cak, sayang kedahuluan turunnya hujan yang tiba-tiba, sehingga masyarakat Latukan rugi ratusan juta” Kata masNuh mantan oenyuluh dari petrokimia Gresik.

” Yang lebih penting saat ini, bagaimaba rakyat, beserta petugaa pertanian dan hana serta pemangku yang berkompeten bisa neredam hama tikus dengan bahan da. Obat yang ramah lingkungan. Mari kita bersama-sama saling bahu membahu mengatasi perusak tanaman ini”, lanjut Nuh mengajak menikmati melon madu yang sydah diirisnya. (Fink)

Latukan, Desa sentra Buah dan Budidaya Koi
Total Page Visits: 1218 - Today Page Visits: 4

Navigasi pos


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *