Presiden Prabowo Dukung PSSI Bentuk Klub Amatir
BOLAMP. NET – SIDOARJO- Nanti sore Kesebelasan Nasional Indonesia akan bermain dengan Australia di Sidney Football Stadium putaran ke 3 Piala Dunia tahun 2026. Banyak berharap untuk. Bisa melajunya, PSSI dibawah kendala Eric Thohir mempersiapkan punggawa team nasional dengan Pelatih baru dan banyak pemain naturalisasi.
Ditengah asa ingin mengikuti piala Dunia, mengamati carut marutnya persepakbolaan kita untuk mendulang prestasi. Ada gagasan membentuk klub amatir selain liga 1 dan liga 2. Ini bertolak belakang dengan persepakbolaan kita dari klub amatir oleh Ali Sadikin dibentuklah Galatama,
Dari prestasi semakin hari tidak kunjung baik termasuk ranking sepak bola dunia, teamnas Indonesia, malah dibawah ranking Philipina. Apakah ini langkah maju atau justru langkah mundur persepakbolaan kita saat ini?
Presiden RI, Prabowo Subianto, memberikan dukungan penuh terhadap rencana Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, membentuk klub-klub sepak bola amatir di berbagai daerah.
Presiden Prabowo menyampaikan rencana ini akan melibatkan kerja sama dengan pemerintah daerah setempat sebagai bagian dari upaya memperkuat pembinaan sepak bola nasional sejak usia dini.
Presiden Prabowo menegaskan pentingnya membangun fondasi sepak bola Indonesia dengan menyediakan fasilitas dan kesempatan bagi anak-anak muda untuk berkembang. Prabowo berharap setiap sekolah nantinya dapat memiliki lapangan sepak bola yang memadai.
“Klub-klub amatir tadi kita dorong. Mudah-mudahan tiap sekolah nanti punya lapangan bola yang baik. Yang penting kehendak dulu, keinginan dulu. Berani dulu. Nanti, langkahnya akan tercapai,” ujar Prabowo saat meresmikan 17 stadion secara serentak dari Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (17/3/2025).
Presiden Prabowo menyoroti peran olahraga, khususnya sepak bola, sebagai simbol harga diri dan kekuatan suatu bangsa. Menurutnya, keberhasilan dalam olahraga bukan hanya tentang fasilitas atau kekayaan suatu negara, tetapi lebih pada semangat dan tekad yang dimiliki.
“Saya sepakat dengan Ketum PSSI Erick Thohir yang menyebut sepak bola mencerminkan semangat dan kekuatan suatu bangsa. Jadi, suatu bangsa yang kuat adalah bangsa yang kuat jiwanya, dan kuat fisiknya. Fisik kuat, jiwa kuat. Hanya dengan fisik dan jiwa yang kuat, bangsa bisa berdiri tegak dan bisa jadi negara yang hebat,” tegasnya.
Presiden juga menekankan olahraga adalah tolok ukur semangat dan kehendak sebuah bangsa. Prabowo memberikan contoh negara-negara berkembang, terutama di Afrika, yang berhasil menembus Piala Dunia meskipun memiliki keterbatasan fasilitas.
“Bukan bangsa yang kaya saja yang sepak bolanya hebat. Tidak. Banyak negara miskin, negara-negara di Afrika mereka bisa masuk ke Piala Dunia. Mereka nggak punya lapangan sebagus ini. Mereka jauh lebih miskin dari kita. Tetapi semangatnya tak mau kalah. Ini (kita) harus belajar,” kata Presiden Prabowo.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir mengatakan dukungan Presiden Prabowo sangat besar dampaknya dalam upaya meningkatkan kemajuan sepak bola Tanah Air.
Erick optimistis sepak bola Indonesia bisa terus berkembang dan mencapai prestasi di kancah internasional dengan dukungan kuat dari Presiden Prabowo.
“Program mengembangkan klub-klub amatir di berbagai wilayah juga mendapat dukungan oleh sejumlah menteri, termasuk Pak Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian,” ucap Erick.
Erick mengatakan pengembangan tersebut ditujukan untuk klub-klub amatir. Erick memastikan hal ini tidak diperuntukkan bagi klub-klub Liga 1 atau Liga 2 yang bersifat profesional.
“Kami akan bangun lagi klub-klub amatir di daerah, di provinsi, di kota-kota maupun desa-desa sebagai upaya kita punya tadi masyarakat yang punya daya juang, masyarakat yang punya kemauan besar untuk berubah, masyarakat yang mau kita juga tidak kalah dengan bangsa besar lain. Program ini sudah didorong. Mohon arahan dari Bapak Presiden Prabowo,” kata Erick.
Senyampang masih hangat hangatnya masyarakat dengan bola, juga ingin prestasi team Nasional hebat, perlukah membentuk klub amatir? Mestinya kita harus waskita apa penyebab ini semua? Kita bisa memperbaiki sistem persepakbolaan Nasional dengan pembinaan dini, kompetisi berlanjut, wasit berbuat fairplay dengan kejujuran hati dan kejujuran sikap olahraga, piranti pertandingan, suasana nyaman di stadion dan saat permainan. Juga sikat pengatur hasil pertandingan, dari tingkat rendah sampai kasta tertinggi persepakbolaan kita. Ayo main bola dengan benar. *(Akaota)