BOLAMP. NET -LAMONGAN-
Setiap jelang hari raya Idul Fitri. Kabupaten Gresik, Jawa Timur, selalu mengadakan tradisi unik. Salah satunya tradisi Pasar Bandeng dan Kontes Bandeng “Kawak”.

Dilansir dari Pemerintah Kabupaten Gresik, sejak malam 23 ada trasidi “Kolak Ayam” di Desa Gumeno, Kecamatan Manyar, kemudian malam 25 di kompleks makam Sunan Giri, kemudian dilanjut dengan tradisi Pasar Bandeng serta Kontes Bandeng “Kawak” (ikan bandeng besar, red).

Diketahui bahwa tradisi ini mulanya diajarkan Sunan Giri agar masyarakat di Gresik dapat memaksimalkan potensi petani tambak untuk mengangkat perekonomian masyarakat.

Festival ini menyimbolkan ungkapan syukur atas hasil petani tambak yang telah menyejahterakan kehidupan masyarakat terutama bagi yang tinggal di daerah pesisir. Tidak hanya menjual berbagai jenis ikan bandeng, acara ini juga memiliki sederet rangkaian kegiatan yang meriah di antaranya seperti kontes bandeng jumbo, lelang bandeng, dan lomba olahan bandeng.

Tradisi pasar bandeng di Kota Pudak Gresik ini pertama kalinya dilakukan Sunan Giri bertujuan menggangkat perekonomian rakyat setempat dengan melihat potensi hasil pertambakan.

Tradisi Pasar Bandeng di Gresik sudah berusia ratusan tahun, budaya tersebut sudah ada sejak dimulainya penyebaran agama Islam awal oleh Sunan Giri. Tradisi ini menyambut datangnya hari raya Idul Fitri 1446 H/2025 M.

▪︎Sejarah Pasar Bandeng

Asal-usul terciptanya Pasar Bandeng Tradisional di Gresik bermula dari kebiasaan santri Sunan Giri menjelang Lebaran abad ke-15.

Santri Sunan Giri yang berasal dari berbagai daerah, seperti dari Jawa, Ambon, Hitu, Makasar, Sumatera, Kalimantan serta kawasan kepulauan lainnya saat hendak melakukan mudik (pulang kampung) ke daerahnya masing- masing, selalu menyempatkan membawa oleh-oleh khas dari Gresik. Mulai dari ikan bandeng utuh, hingga berbagai olahan berbahan dasar bandeng.

“Secara tidak langsung, banyaknya santri dan pedagang yang melakukan jual beli membentuk sebuah pasar, disebutlah Pasar Bandeng. Keramaian Pasar Bandeng semakin meriah dengan diadakan Kontes Bandeng Tradisional,” tulis Eko Jarwanto dalam bukunya berjudul Buku Gresik Punya Sejarah.

Pemda Kabupaten Gresik, telah membuatkan stan bagi masyarakat yang menjual bandeng-bandeng jumbo. Stan tersebut bederet sepanjang 3 KM. Mulai dari Jalan Gubernur Suryo (Multi Sarana Plaza), Pasar Krempyeng Depan Pasar Baru Gresik, Depan Pasar Kota Gresik, Jalan Samanhudi, Jalan Hos Cokroaminoto, Jalan Raden Santri dan Jalan Basuki Rahmat.

Adanya tradisi pasar bandeng juga tak lepas dari posisi Gresik sebagai daerah pesisir pantai. Teritorial laut memanjang mulai dari Kecamatan Kebomas, Gresik, Manyar, Bungah, Sidayu, Ujung Pangkah, Panceng serta kecamatan Sangkapura dan Tambak, Bawean.

▪︎Kontes Bandeng “Kawak”

Kontes Bandeng Tradisional atau dikenal dengan Bandeng “Kawak” merupakan sebuah ajang kompetisi petani tambak bandeng yang ada di Gresik untuk menunjukkan hasil perikanannya.

“Ikan primadona tersebut (Ikan Bandeng) menjadi ikan paling enak dan paling mahal. Gresik sangat terkenal dengan bandeng kawakan yakni bandeng yang dipelihara selama satu sampai dua tahun,” ujar Mamat petambak asal Desa Mengare, Kecamatan Bungah.

Peringatan Pasar Bandeng di Gresik merupakan agenda pembuka Kontes Bandeng, hanya diadakan setahun sekali selama tiga hari, berlangsung sampai larut malam dan selalu ramai oleh pengunjung.

Dalam puncak acara Kontes Bandeng, Ikan berukuran besar akan dibawa ke atas panggung untuk di timbang dan diukur. Bandeng yang paling besar, berat, dan tanpa cacat fisik dapat menerima hadiah puluhan juta.

Pasar Bandeng di kabupaten Gresik akan dimulai hari ini (26/3). Selain akan dimeriahkan King Abdi dari Master Chef Indonesia, panitia bakal menyiapkan sebanyak 2.000 porsi makan Bandeng Gratis untuk pengunjung.

Hari ini, Selasa (25/3), Karang Taruna Kecamatan Gresik telah memberi tanda kapling untuk masing-masing stan. Yakni mulai Jalan Raden Santri, HOS Cokroaminoto, Samanhudi, dan Jalan Gubernur Suryo.

Sedangkan lokasi makan bandeng gratis akan dilakukan di Jalan Raden Santri. Di jalan tersebut, bandeng siap makan akan dihidangkan untuk para pengunjung.

“Nanti pengunjung bisa langsung mencicipi masakan bandeng tersebut,” ucap Camat Gresik, Jalesvie.

Sedangkan King Abdi MCI juga berkesempatan memasak bandeng, yakni saat prosesi acara Kontes Bandeng Kawak.

“Rencananya, King Abdi masak di hadapan tamu undangan,” jelasnya.

Dari 1.857 stan yang disediakan panitia, 60 persen diisi UMKM. Baik bandeng, makanan, pakaian, hingga suvenir. Sedangkan 15 persen dikondisikan untuk pengalihan jika terjadi kepadatan pengunjung. Kemudian,15 persen digratiskan untuk jalan toko terdampak serta 10 persen mengakomodir permintaan warga sekitar.

Panitia Pasar Bandeng, Muhammad Zein, mengatakan bahwa persiapan sudah cukup matang. Tinggal mengkoordinir para pedagang sesuai kapling yang sudah ditentukan.

“Kami perkirakan akan ramai tahun ini. Tahun lalu ada 1.700 stan,” ujarnya.

Sementara itu, Kontes Bandeng “Kawak” juga sudah siap. Sejak beberapa hari lalu, panitia telah melakukan verifikasi ke masing-masing peserta lomba.

Festival Kontes dan Lelang Bandeng Kawak merupakan acara puncak di dalam rangkaian kegiatan pasar bandeng Gresik.

Perlu penataan yang lebih baik, sehingga lebih menarik pengunjung dari luar gresik seperti beberapa tahun lalu. (AKaota).